Laravel v10.2.0
Skip to contentPT JEA SOLUSI GLOBAL & PARTNERS
Proudly Present An Exclusive Webinar Series

Pahami strategi pendekatan kawasan (Landscape Approach) dan Yurisdiksi sekarang. Amankan rantai pasok dari ancaman EUDR/NDPE dan akses insentif fiskal daerah (DBH Sawit).
Klik kartu di bawah untuk melihat tantangan nyata di lapangan:
Produk ditolak pasar Eropa karena dianggap tidak sustainable...
Baca Detail >
Sering dengar "Pendekatan Yurisdiksi" tapi buta cara aplikasinya...
Baca Detail >
Tidak tahu cara memanfaatkan DBH Sawit untuk program keberlanjutan...
Baca Detail >
Kerja sendiri-sendiri padahal deforestasi butuh kerja bareng...
Baca Detail >

Belajar langsung dari pakar yang menjembatani "Bahasa Pemerintah" dan "Bahasa Bisnis". Ibu Novrida terlibat langsung dalam riset kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit dan implementasi pendekatan yurisdiksi di Kutai Timur.
Apa bedanya dengan sertifikasi unit (RSPO/ISPO)? Mengapa pasar global menuntut pendekatan kawasan ini?
Studi kasus nyata implementasi di Kutai Timur & Kemitraan Pemerintah-Swasta yang berhasil.
Bedah regulasi Dana Bagi Hasil Sawit dan peluang penggunaannya untuk sustainable landscape.
Cara praktis melibatkan multipihak (Petani, Swasta, Pemda) agar memiliki satu visi keberlanjutan.
Ilmu setara sesi konsultasi expert internasional, kini bisa Anda akses dengan harga sangat terjangkau.
Harga Normal Rp 500.000
*Harga "Smart Planter"
🎁 Bonus Premium:
Rp 500.000
Rp 99.000
Pasar global semakin ketat. Dihantui bayangan produk ditolak pasar Eropa/Global karena dianggap tidak sustainable adalah mimpi buruk. Sertifikasi unit saja terkadang tidak cukup jika kawasan sekitar Anda bermasalah.
Istilah "Landscape Approach" sering terdengar keren di seminar, tapi praktiknya nol besar di lapangan. Tanpa pemahaman yang benar, Anda hanya akan terjebak dalam teori tanpa bisa mengeksekusi strategi yang berdampak pada skor ESG.
Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit adalah peluang emas. Banyak perusahaan dan dinas yang belum tahu cara mengalokasikan dana ini untuk program konservasi yang sebenarnya bisa menguntungkan operasional jangka panjang.
Masalah kebakaran hutan atau deforestasi tidak mengenal batas pagar kebun. Bekerja sendiri-sendiri (perusahaan vs pemerintah vs petani) adalah resep kegagalan. Kolaborasi yurisdiksi adalah satu-satunya jalan keluar.